Aplikasi Path diTutup? Kenapa?

Path, aplikasi yang pernah populer di kalangan anak muda Indonesia, akhirnya menyerah dan layanannya dipastikan akan segera berakhir. Melalui situs resminya, Path telah mengumumkan jika aplikasinya akan ditutup tanggal 18 Oktober mendatang.

Penutupan itu akan dilakukan secara bertahap. Pada tanggal 18 oktober 2018 secara resmi path ditutup dan tidak bisa digunakan lagi selamanya.

Padahal, di masa jayanya Path begitu ramai dipakai oleh anak muda Indonesia. Banyak yang menggunakan aplikasi ini untuk membagikan berbagai hal, misalnya update lokasi, mengunggah foto, mendengarkan lagu, menonton film, status, dan sebagainya.

Related image
image by xo-galaxy

Saat itu, Path terasa begitu personal karena jumlah temannya yang dibatasi dan tidak bisa diakses publik, jadi banyak anak muda yang sangat menyukai sifat personal dari Path ini, khususnya golongan artis karena dapat memilih siapa saja yang bisa melihat Path-nya atau berteman dengan artis tersebut. Meski pada akhirnya aturan ini diubah ketika batas jumlah teman ditambah dan ada akun-akun publik dari artis.

Tahun  2010 Dave Morin di San Francisco mendirikan Path. Dalam waktu itu semua masyarakay pengguna media sosial menyambut akan kehadiran Path ini, tetapi sayangnya Path hanya hadir di negara yang berkembang saja, termasuk Indonesia ya salah satunya.

Awal mula Path populer di Indonesia

di Indonesia, Path mulai terkenal dan banyak digunakan pada tahun 2013. Dengan aplikasi ini, hubungan pertemanan terasa sangat terhubung karena bisa saling menandai teman ketika kita membuat sebuah update.

Tahun 2015, mulailah mendirikan kantor di indonesia karena sudah mulai banyak penggunanya. Tetapi tidak lama setelah itu, Path diambil alih  oleh perusahaan Daum Kakao asal Korea Selatan. Dan ini membuat Path sepenuhnya dikelola oleh Daum Kakao.

Namun, aplikasi Path di Indonesia tidak berlangsung lama. Kira-kira tahun 2016, Path sudah mulai ditinggalkan para penggunanya yang memilih berpaling ke aplikasi Instagram. Saat itu instagram memberikan fitur-fitur yang sangat menarik dan juga dapat membuat pertemanan hingga ke seluruh dunia. Pada waktu itu Instagram mengeluarkan fitur Stories untuk dapat mengunggah berbagai kegiatan sehari-hari, dan Path jadi semakin tertinggal dengan kecanggihan fitur yang diberikan si Instagram tersebut.

Meski beberapa pembaruan fitur dilakukan Path, termasuk membuat fitur Stories ala Instagram dan Snapchat bernama Coverstory, tapi tetap saja mereka tidak mampu menarik para penggunanya yang telah pergi.

Ditinggalkan pengguna media sosial

Karena sepi dan ditinggal para penggunanya menjadi penyebab kuat tutupnya aplikasi Path. Ditambah Path kesulitan didalam mencari pendapatan dari aplikainya karena Path hanya berandalkan dari Iklan dan itupun tidak terlalu pada banyak tempat.

Meski membuka layanan berlangganan berbagai sticker premium dan sebagainya, tetap saja banyak pengguna yang tidak tertarik untuk berlangganan, karena kalah saing dengan pesaing yang memberikan fitur yang lebih menarik,

Akhirnya, Path pun mengibarkan bendera putih dan memilih untuk menghentikan layanannya pada Oktober ini atau aplikasi Path resmi ditutup, "Dengan penuh - penuk penyesalan kami akan mengumumkan bahwa kami akan berhenti menyediakan berbagai layanan yang kami cintai, Path," tulis pihak Path, dalam publikasi di situs web resmi bertajuk 'The Last Goodbye'.

Adanya kabar ini, semua pengguna media sosial ramai-ramai mengenang masa ketika masih memakai aplikasi Path. Banyak sekali pengguna yang turut berpartisipasi mengucapkan terima kasih dan menunjukkan kesedihannya karena Path ditutup.

Tetapi tampaknya mereka sudah ikhlas untuk kehilangan aplikasi tersebut karena memang sudah meniggalkan aplikasi Path ini sudah lama.

Belum ada Komentar untuk "Aplikasi Path diTutup? Kenapa?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel